Gubernur Jawa Barat H Danny Setiawan didampingi Bupati H Don Murdo no tengah menuju Gedung Negara untuk memperingati Hari Jadi ke-430 Sumedang
April 22, 2008 oleh Endy RosadyEsa Doamu Bantah Tandatangani BA Hasil Penghitunga n Suara Pilbup 2008
April 22, 2008 oleh Endy RosadyTruk Tubruk Tronton, 1 Tewas 6 Derita Luka-Luka
April 22, 2008 oleh Endy RosadySutrimo (50), dan Zubaedi (40).
Kasi PAUD Disdik Sumedang
April 18, 2008 oleh Endy RosadyBERITA: PAUD di Sumedang
April 18, 2008 oleh Endy RosadyJumlah Lembaga PAUD terus Meningkat
Kini harapkan Pengakuan dari Pemerintah
SUMEDANG – Keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini memperoleh perhatian khusus dari Pemkab Sumedang.
Terbukti, di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumedang, terdapat salah satu Seksi PAUD pada Bidang PLS (Pendidikan Luar Sekolah).
Dra Cucu Yuningsi, MM, Kasi PAUD saat mendampingi Kabid PLS Drs Feddy Fadlillah, MM, saat ditemui Jumat (18/4), mengatakan bahwa perkembangan PAUD di tengah-tengah masyarakat saat ini cukup pesat.
Dijelaskan, pada tahun 2007 jumlah PAUD hanya sebanyak
32 lembaga. Hanya saja, setelah memasuki 2008 jumlahnya kian berkembang dan saat ini telah tercatat sebanyak 189 lembaga PAUD.
“Ini kondisi yang cukup menggembirakan dan sudah semestinya mendapat dorongan dari pemerintah. Soalnya, tidak sedikit PAUD yang didirikan oleh para Kader Posyandu,” paparnya.
Keberadaan PAUD, lanjut Cucu, telah muncul sejak tahun 2001 meski jumlahnya masih sangat terbatas. “Sekarang, sudah tersebar di 26 wilayah kecamatan. Ini perkembangan yang sangat positif dalam memberikan pelayanan pendidikan bai anak usia 0 – 6 tahun,” jelasnya.
Pada awalnya, pendirian PAUD terutama di lokasi atau daerah yang tak memiliki Taman Kanak-Kanak (TK) atau terlalu jauh untuk menjangkau TK.
Selain itu, PAUD sasaran utamanya adalah ditujukan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Hanya saja dalam perkembagannya ternyata banyak diminati masyarakat sehingga jumlah siswanyapun terus meningkat.
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan HIMPAUDI Sumedang, Dedi, yang juga Ketua HIMPAUDI Kecamatan Wado, menyebutkan bahwa yang menjadi harapan sebanyak 604 tutor (tenaga pengajar) adalah pengakuan dari Pemkab Sumedang.
Salah satunya, adalah pengakuan dalam bentuk SK seperti yang dilakukan terhadap guru-guru Sukwan tempo hari.
“Atau paling tidak dengan adanya pengakuan ini, bisa mengantar para tutor ini menjadi guru bantu. Itu yang menjadi harapan kami,” kata Dedi. ***
FOTO : Ketua Panwaslu Sumedang
April 18, 2008 oleh Endy RosadyBERITA: Jum’at 18 April 2008
April 18, 2008 oleh Endy RosadySambil Memproses Pelanggaran Kampanye Pilkada
Panwaslu masih Menunggu laporan Panwascam
SUMEDANG – Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu) Kabupaten Sumedang, kini selain sedang memproses pengaduan yang masuk juga masih menungggu laporan dari 26 Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) terkait dengan proses Pilkada 2008 yang telah dilaksanakan, Minggu (13/4) lalu.
Supriatna, yang lebih akrab dipanggil Kris, Ketua Panwaslu Sumedang ketika ditemui, Jum’at (18/4), mengatakan bahwa pengawasan jalannya Pemilihan Bupati/Wakil Bupati (Pilbup) Sumedang 2008-2013 kini tengah memasuki proses penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurut dia, seluruh pengaduan telah diproses sebanyak 20 kasus meliputi pelanggran administratif maupun pelanggaran pidana kampanye. “Beberapa kasus sudah kita limpahkan ke kepolisian,” kata Kris.
Dijelaskan, kasus pidana kampanye di antaranya bagi-bagi voucher atau uang dan sengketa pedana kampanye. Sedangkan pelanggaran administratif di antaranya penempatan alat peraga di tempat-tempat terlarang.
Saat ini, lanjut Kris, pihaknya masih melakukan pemeriksaan laporan yang masuk dan masih menunggu laporan dari 26 Panwascam. “Kita tetap melaksanakan tugas seperti biasa walaupun pemungutan suara sudah berakhir,” ujarnya.
Diakui, dalam pelaksanaan tugas selaku pengawas untuk menangani dua even Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jabar dan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati diakui cukup melelahkan.
Pasalnya, lanjut Kris, personel di Panwas ini sangat terbatas. “Bayangkan saja di tingkat kabupaten hanya lima personel dan di tiap-tiap kecamatan hanya tiga orang, Dalam menghadapi dua even besar ini, jelas kita hampir kewalahan,” paprnya.
Namun demikian, selama perjalanan sejak masa persiapan hingga pelaksanaan kampanye, semua tugas dan kewajiban bisa dilaksanakan walapun diakuinya kurang optimlal akibat kuurangnya personel ini.
“Yang jelas, saya sebagai warga Sumedang merasa bangga atas partisipasi masyarakat yang telah mampu melaksanakan Pilkada dalam suasana yang cukup kondusif. Ini semua berkat kesadaran masyarakat yang cukup tinggi,” kata Kris.***
FOTO: Jum’at 18 April 2008
April 18, 2008 oleh Endy RosadyFEATURES : Don – Top
April 18, 2008 oleh Endy RosadyPasangan Dr H Don Murdono, SH, MSi – Taufiq Gunawansyah, SIP, Pemenang Pilkada 2008
SUMEDANG – Pasangan Don Murdono – Taufiq Gunawansyah atau yang lebih beken disebut “Don – Top” ini, pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati/Wakil Bupati Sumedang 2008 yang diselenggarakan Minggu, 13 April 2008, dipastikan berhasil meraup kemenangan atas pesaingnya pasangan H Endang Sukandar – H Dony Ahmad Munir (Esa – Doam) dengan selisih angka mencapai puluhan ribu suara.
Dengan demikian pasangan Don – Top dipastkan pula bisa menempati kursi kepemimpinan di Kabupaten Sumedang untuk lima tahun kedepan, 2008 – 2013. Untuk Don Murdono yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang ini, kemenangan ini merupakan kemenangan yang kedua kalinya, sebab dalam Pilkada 2003 silam, ia berhasil menduduki kursi Bupati Sumedang (2003 – 2008).
Sementarara Taufiq Gunawansyah, Ketua DPRD Sumedang yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumedang, kemenangan ini merupakan awal keberangkatannya memasuki dunia eksekutif setelah dua periode menjadi anggota legislatif (DPRD) Sumedang.
H Don Murdono dilahirkan di Kendal (Jawa Tengah), 15 Oktober 1958. Sedangkan Taufiq Gunawansyah dilahirkan di Sumedang, 11 November 1968.
Pasangan Don – Top ini tampil dalam Pilkada 2008 yang digabung dengan Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut, mendapat dukungan dari 11 partai politik masing-masing PDIP, Partai Golkar, PKS, PKB, PBR, Partai Patriot Pancasila, PPD, PBSD, PKPI, PNBK, dan PDS.
Berikut ini ringkasan Visi, Misi, Strategi dan Kebijakan yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis 27 Maret 2008. Tentu saja, setelah berhasil memenangkan Pilkada yang baru dalam tahap buka pintu ini, setelah pelantikan 5 Juli 2008, pasangan ini akan dituntut untuk merealisasikan visi, misi, maupun strategi kebijakannya dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
VISI yang dilahirkan yakni “Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat dalam Rangka Akselerasi Pencapaian Visi Sumedang 2005 – 2025.” Visi ini, katanya, didasarkan pada gambaran umum, isu-isu strategis dan kondisi yang dihadapi Sumedang saat ini, serta memperhatikan Visi Daerah (Perda No 2/2008)) yakni Kabupaten Sumedang Sejahtera, Agamis dan Demokratis pada Tahun 2025.
Yang dimaksud Peningkatan Pelayanan, adalah suatu kondisi peningkatan kualitas berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan publik baik secara administratif yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah bagi seluruh warga masyarakat Sumedang yang lebih memuaskan (murah, mudah, terjangkai, tepat waktu, dan berkeadilan) sesuai dengan kebutuhan.
Sedangkan yang dimaksud Kesejahteraan Masyarakat, adalah terwujudnya suatu kondisi kesejahteraan masyarakat melalui penenuhan kebutuhan dasar di bidang pendidikan, kesehatan dan peningkatan kehidupan yang layak bagi masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan sarana prasarana infrastruktur daerah untuk mendorong aktifitas perekonomian daerah dalam rangka pembangunan berkelanjutan.
Sedangkan MISI pasangan Don – Top ini, disesuaikan berdasarkan Visi dan penjelasnnya yang telah dirumuskan
menjadi:
1. Mewujudkan kualitas SDM masyarakat yang unggul dan
berakhlak mulia berlandaskan keimanan dan ketaqwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Meuwujudkan kualitas aparatur dan manajeman
pemerintahan daerah yang semakin baik;
3. Mewujudkan ketahanan pangan dan perekonomian
daerah yang tangguh yang bertumpu pada potensi
sumberdaya daerah secara berkelanjutan;
5. Mewujudkan tata kelola lingkungan yang semakin baik
Kecuali itu, Strategi dan Kebijakan dituangkan kedalam enam poiint penting, yakni:
1 Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang sehat,
cerdas, produktif dan berdaya saing
2. Meningkatkan kompetensi aparatur dan kapasitas
manajemen pemerintahan
3. Meningkatkan dan memperkokoh perekonomian rakyat
4. Meningkatkan pengendalian dan pemulihan kualitas
lingkungan dan manajemen bencana
5. Meningkatkan pegelolaan, pengembangan dan
pengendalian infrastruktur daerah
6. Meningkatkan kemandirian energi dan kecukupan air.



