Gubernur Jawa Barat H Danny Setiawan didampingi Bupati H Don Murdo no tengah menuju Gedung Negara untuk memperingati Hari Jadi ke-430 Sumedang

April 22, 2008 oleh Endy Rosady

Rapat Paripurna Istimewa Dihadiri 27 Anggota DPRD
SUMEDANG – Meski hanya dihadiri 27 orang dari 45 Anggota DPRD, Rapat Paripurna Istimewa DPRD memperingati Hari Jadi ke-430 Sumedang di Gedung Negara, Selasa (22/4), tetap berjalan. Pada kesempatan tersebut hadir Gubernur Jabar Drs H Danny Setiawan.
Menurut pimpinan sidang Waketua DPRD Drs Agus Weliyanto, SH, 18 orang anggota yang tak hadir dengan alasan ijin. Karena telah memenuhi quorum, sidangpun berlangsung hingga tuntas.
Gubernur Danny menyebutkan, ia mengaku legowo atas kekalahannya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 13 April lalu. Kekalahannya dinilai sebagai kehendak Yang Maha Kuasa.
Karena kekalahan ini merupakan jalan yang terbaik di hadapan Tuhan YME, maka Danny menyambutnya dengan lapang dada. Dan, ia menyampaikan selamat bagi pasangan Cagub/Cawagub yang memenangkan Pilkada 2008.
Kecuali itu, ia menyampaikan pula permohonan maafnya kepada seluruh warga Jawa Barat. Diakui, selama masa kepemimpinannya memang tak luput dari khilaf dan kesalahan serta tak bisa memuaskan seluruh harapan masyarakat Jawa Barat. “Sekali lagi saya mohon maaf atas semua kesalahan yang telah saya perbuat,” kata Danny Setiawan serius.
Sementara itu Bupati Sumedang Dr H Don Murdono, SH, MSi, mengatakan momentum peringatan Hari Jadi ke-430 Sumedang merupakan suatu tahapan pelaksanaan RPJPD 2005-2025 serta menjadi media sosialisasi visi dan misi “Sumedang Sejahtera, Agamis dan Demokratis.”
Penetapan visi “Sumedang Sehati”, katanya, tak terlepas dari kondisi saat ini dan tantangan yang akan dihadapi hingga 2025 mendatang. Serta dengan mempertimbangkan modal dasar yang dimiliki dan semua masukan dari berbagai pihak pada saat penyusnan RPJPD.
Hanya saja, lanjutnya, guna mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah tak dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah semata. “Akan tetapi mutlak diperlukan dukungan serta kontribusi segenap elemen masyarakat Sumedang,” tandasnya.
Karenanya, harus menjadi kecenderungan positif bahwa dalam upaya meujudkan masyarakat maju, yang ditandai kecerdasan, demokratisasi dan ketaatan pada keyakinan agama dan kepercayaan dalam kehidupan sosial.
Semua itu, kata Don Murdono, akan mampu berjalan efektif apabila masyarakat dengan segala potensi sosial ekonominya, menjadi pelaku utama pembangunan. Sedangkan Pemda menjadi fungsi pemicu, penyeimbang serta pemberi jaminan kepastian hukum.***
 
Suara Don-Top di Sejumlah Daerah Lemah
Don Hargai dan Akomodir setiap Aspirasi
SUMEDANG – Dua pasangan calon dalam suatu pemilihan terlebih Pemilihan Bupati (Pilbup), bisa terjadi persaingan cukup ketat. Karenanya, dengan raihan suara mencapai 54,84 persen (325.975 suara), merupakan hal yang wajar.
“Kondisinya seperti itu. Tetapi yang jelas dalam Pilbup telah berlangsung demokratis, dan sesuai harapan masyarakat untuk melahirkan pemimpin baru,” kata Bupati Sumedang Dr H Don Murdono, SH, MSi usai peringatan Hari Jadi ke-430 Sumedang di Gedung Negara, Selasa (22/4).
Disebutkan, kemenangan yang diraihnya bersama Taufiq Gunawansyah, SIP, merupakan hasil perjuangan keras selama masa kampanye.
Diakui, di beberapa wilayah kecamatan termasuk di perkotaan (Sumedang Utara dan Sumedang Selatan) perolehan suaranya kalah dibanding pasangan H Endang Sukandar – H Donny Ahmad Munir.
Kekalahannya ini, lanjut Don, tidak akan mempengaruhi kepemimpinannya dalam periode 2008-2013. “Mereka masyarakat Sumedang, tentu saja akan kita perhatikan dan akan didengar setiap aspiranya,” tandasnya.
Karenanya, Don akan tetap memegang visi dan misi serta melaksanakan apa-apa yang telah dituangkan dalam visi maupun misinya.”Artinya, ini pula yang menjadi amanat rakyat yang harus saya emban,” tandasnya.***
 
 
Perubahan SOTK Baru sekitar Juni
Semangat Baru Tingkatkan Kinerja
SUMEDANG – Perubahan susunan organisasi tata kerja (SOTK) baru ditargetkan bisa dilaksanakan sekitar Juni mendatang. Karenanya, perubahan dipastikan akan terjadi termasuk personelnya.
Demikian dikatakan Bupati Dr H Don Murdono, SH, MSi, Selasa (22/4) usai peringatan Hari Jadi Sumedang ke-30 di Gedung Negara.
Menurut dia, penempatan jabatan akan tetap didasarkan kepada kapasitas masing-masing yang disesuaikan pula dengan profesinalitas dan kebutuhan organisasi.
Karenanya, perubahan akan menjadi tuntutan menuju perkembangan di era perkembangan pemerintahan untuk lima tahun mendatang.
Ia membatah ada pejabat yang berusaha “mendekat” untuk menempati jabatan tertentu dalam SOTK yang baru kelak. “Kalau dibilang mendekat ya sekarang sja banyak yang dekat koq. Cuma kaitannya dengan masalah jabatan nanti, nggak ada sama sekali,” tandasnya.
Menurut dia, penempatan seseorang untuk menempati jabatan tertentu ada aturan main tersendiri seperti fit and proper test yang bisa dijadikan bahan untuk menempatkan seseorang.
“Yang jelas, itu soal nanti. Yang terpenting sekarang adalah dengan semangat SOTK baru nanti, kinerja dan pengabdian kepada masyarakat perlu ditingkatkan. Intinya, pelayanan kepada publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Don Murdono. ***
 

Esa Doamu Bantah Tandatangani BA Hasil Penghitunga n Suara Pilbup 2008

April 22, 2008 oleh Endy Rosady
Esa-Doamu Bantah Tandatangani BA Rekapitulasi Pilbup
Pilbup diindikasikan Terjadi Kecurangan
SUMEDANG – Tim Endang Sukandar-Dony Ahmad Munir (Esa Doamu) membantah telah menandatangani berita acara (BA) Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilbup yang digelar di KPU, Senin (21/4) lalu.
Bantahan tersebut dilontarkan Dony Ahmad Munir, bahwa Esa Doamu tidak menandatangani berita acara pleno karena ditemukan berbagai bukti adanya indikasi kecurangan selama Pilkada.
Ia mencontohkan, sejumlah pendukung Esa-Doamu yang tidak mendapat surat undangan, sejumlah simpatisan kesulitan mendapatkan kartu pemilih hingga tak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Di samping itu, ia menyayangkan sikap KPU yang telah menolak memberikan DPT saat tim Esa Doamu meminta klarifikasi. “Padahal tidak ada larangan KPU memberikan DPT meskipun tidak ada kewajiban,” tuturnya.
Sikap Esa Doamu ini, lanjutnya, merupakan langkah moral bagi pendidikan masyarakat. Kecuali itu, ia mengakui hasil Pilkada yang tidak mungkin dirubah dengan menolak menandatangani hasil Rapat Pleno.
“Ini sebagai langkah moral saja. Segala pelanggaran yang terjadi di lapangan akan tetap diadvokasi tim Esa Doamu,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Sumedang Asep Kurnia, SH membenarkan bahwa tim Esa Doamu tak ikut menandatangani BA rapat pleno.
“Saat penandatanganan tim Esa Doamu sudah tidak ada dalam ruangan. Yang menandatangani akhirnya tim Don Top dan KPU saja. Tadinya harapan kami Esa Doamu juga ikut menandatangani,” sebutnya.
Meski begitu, kata Asep, hal itu tidak sampai menghambat proses di KPU apalagi sampai merubah hasil Pilkada. “Tak ada masalah walaupun tidak ditandatangani, sebab proses masih terus berlanjut,” katanya.***
 

Truk Tubruk Tronton, 1 Tewas 6 Derita Luka-Luka

April 22, 2008 oleh Endy Rosady
L-300 Tubruk Tronton dari Belakang
1Tewas, 6 Pedangang Kain Luka
SUMEDANG – Tabrakan maut antara mobil Mitsubishi L-300 Nopol H 8790 TA dan truk tronton di jalan raya Bandung-Crebon di betulan Desa Legok Kidul, Kecamatan Paseh, mengakibatkan 1 orang tewas dan menderita luka-luka, Selasa (22/4) sekira pukul 03.45.
L-300 yang ditumpangi pedangan kain aasal Jepara Jateng ini, salah seorang di antaranya Sutriman (40), tewas. Warga Desa Manyargading, Kec Kalinyamatan, Jepara ini, menghembuskan nafas terakhir di tempat kejadian dengan luka di kepala.
Sementara sopir, Rifki Ghozali (27), masih tetangga Sutriman, tidak sadarkan diri dan dilarikan ke RSUD Sumedang bersama lima penumpang L-300 lain yang hanya luka ringan.
Korban luka ringan semua warga Desa Sendang, Kec Kalinyamatan, Jepara masing-masing Jaenuri bin Matsani (40), Syaroni (34), Yakub bin Abdul Gafur (45), Solihin(40),
Sutrimo (50), dan Zubaedi (40).
Menurut Jaenuri, mobil yang mereka tumpangi dari arah Cirebon menuju Bandung itu menabrak tronton yang sedang berhenti mengganti ban di pinggir jalan. Setelah menghantam belakang truk, L-300 ini langsung terpental dan mundur karena jalan agak menurun.Celakanya, L-300 dihantam Elf nopol E 7651 EU yang dikemudikan Rosidi (49).
“Awalnya sopir mau banting stir ke kanan tapi ada bus. Akhirnya kami menabrak truk setelah itu terpental ke belakang lalu dari belakang ditabrak mobil lagi,” ujar Jaenuri saat ditemui di ruang IGD kemarin.
Jaenuri menuturkan, saat kecelakaan mereka hendak membeli kain sisa ke bilangan Tamim Kota Bandung untuk diolah kembali menjadi celana pendek di Jepara.
Penumpang yang menjadi korban adalah pedagang kain yang tinggal satu desa. Mereka berangkat dari Jepara pukul 20.00 malam dengan menyewa mobil L-300.
“Kami termasuk sopir dan korban meninggal pedagang kain yang mau belanja ke Tamim,” katanya.***
 

Kasi PAUD Disdik Sumedang

April 18, 2008 oleh Endy Rosady

BERITA: PAUD di Sumedang

April 18, 2008 oleh Endy Rosady

Jumlah Lembaga PAUD terus Meningkat
Kini harapkan Pengakuan dari Pemerintah

SUMEDANG – Keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini memperoleh perhatian khusus dari Pemkab Sumedang.
Terbukti, di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumedang, terdapat salah satu Seksi PAUD pada Bidang PLS (Pendidikan Luar Sekolah).
Dra Cucu Yuningsi, MM, Kasi PAUD saat mendampingi Kabid PLS Drs Feddy Fadlillah, MM, saat ditemui Jumat (18/4), mengatakan bahwa perkembangan PAUD di tengah-tengah masyarakat saat ini cukup pesat.
Dijelaskan, pada tahun 2007 jumlah PAUD hanya sebanyak
32 lembaga. Hanya saja, setelah memasuki 2008 jumlahnya kian berkembang dan saat ini telah tercatat sebanyak 189 lembaga PAUD.
“Ini kondisi yang cukup menggembirakan dan sudah semestinya mendapat dorongan dari pemerintah. Soalnya, tidak sedikit PAUD yang didirikan oleh para Kader Posyandu,” paparnya.
Keberadaan PAUD, lanjut Cucu, telah muncul sejak tahun 2001 meski jumlahnya masih sangat terbatas. “Sekarang, sudah tersebar di 26 wilayah kecamatan. Ini perkembangan yang sangat positif dalam memberikan pelayanan pendidikan bai anak usia 0 – 6 tahun,” jelasnya.
Pada awalnya, pendirian PAUD terutama di lokasi atau daerah yang tak memiliki Taman Kanak-Kanak (TK) atau terlalu jauh untuk menjangkau TK.
Selain itu, PAUD sasaran utamanya adalah ditujukan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Hanya saja dalam perkembagannya ternyata banyak diminati masyarakat sehingga jumlah siswanyapun terus meningkat.
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan HIMPAUDI Sumedang, Dedi, yang juga Ketua HIMPAUDI Kecamatan Wado, menyebutkan bahwa yang menjadi harapan sebanyak 604 tutor (tenaga pengajar) adalah pengakuan dari Pemkab Sumedang.
Salah satunya, adalah pengakuan dalam bentuk SK seperti yang dilakukan terhadap guru-guru Sukwan tempo hari.
“Atau paling tidak dengan adanya pengakuan ini, bisa mengantar para tutor ini menjadi guru bantu. Itu yang menjadi harapan kami,” kata Dedi. ***

FOTO : Ketua Panwaslu Sumedang

April 18, 2008 oleh Endy Rosady

BERITA: Jum’at 18 April 2008

April 18, 2008 oleh Endy Rosady

Sambil Memproses Pelanggaran Kampanye Pilkada
Panwaslu masih Menunggu laporan Panwascam

SUMEDANG – Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu) Kabupaten Sumedang, kini selain sedang memproses pengaduan yang masuk juga masih menungggu laporan dari 26 Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) terkait dengan proses Pilkada 2008 yang telah dilaksanakan, Minggu (13/4) lalu.
Supriatna, yang lebih akrab dipanggil Kris, Ketua Panwaslu Sumedang ketika ditemui, Jum’at (18/4), mengatakan bahwa pengawasan jalannya Pemilihan Bupati/Wakil Bupati (Pilbup) Sumedang 2008-2013 kini tengah memasuki proses penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurut dia, seluruh pengaduan telah diproses sebanyak 20 kasus meliputi pelanggran administratif maupun pelanggaran pidana kampanye. “Beberapa kasus sudah kita limpahkan ke kepolisian,” kata Kris.
Dijelaskan, kasus pidana kampanye di antaranya bagi-bagi voucher atau uang dan sengketa pedana kampanye. Sedangkan pelanggaran administratif di antaranya penempatan alat peraga di tempat-tempat terlarang.
Saat ini, lanjut Kris, pihaknya masih melakukan pemeriksaan laporan yang masuk dan masih menunggu laporan dari 26 Panwascam. “Kita tetap melaksanakan tugas seperti biasa walaupun pemungutan suara sudah berakhir,” ujarnya.
Diakui, dalam pelaksanaan tugas selaku pengawas untuk menangani dua even Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jabar dan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati diakui cukup melelahkan.
Pasalnya, lanjut Kris, personel di Panwas ini sangat terbatas. “Bayangkan saja di tingkat kabupaten hanya lima personel dan di tiap-tiap kecamatan hanya tiga orang, Dalam menghadapi dua even besar ini, jelas kita hampir kewalahan,” paprnya.
Namun demikian, selama perjalanan sejak masa persiapan hingga pelaksanaan kampanye, semua tugas dan kewajiban bisa dilaksanakan walapun diakuinya kurang optimlal akibat kuurangnya personel ini.
“Yang jelas, saya sebagai warga Sumedang merasa bangga atas partisipasi masyarakat yang telah mampu melaksanakan Pilkada dalam suasana yang cukup kondusif. Ini semua berkat kesadaran masyarakat yang cukup tinggi,” kata Kris.***

FOTO: Jum’at 18 April 2008

April 18, 2008 oleh Endy Rosady

 
PASANGAN H Don Murdono – Taufiq Gunawansyah dipastikan akan melenggang ke Gedung Negara setelah dalam Pilkada 2008 untuk sementara mencatat kemenangan dari pesaingnya H Endang Sukandar – H Dony Ahmad Munir.***

FEATURES : Don – Top

April 18, 2008 oleh Endy Rosady

Pasangan Dr H Don Murdono, SH, MSi – Taufiq Gunawansyah, SIP, Pemenang Pilkada 2008

SUMEDANG – Pasangan Don Murdono – Taufiq Gunawansyah atau yang lebih beken disebut “Don – Top” ini, pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati/Wakil Bupati Sumedang 2008 yang diselenggarakan Minggu, 13 April 2008, dipastikan berhasil meraup kemenangan atas pesaingnya pasangan H Endang Sukandar – H Dony Ahmad Munir (Esa – Doam) dengan selisih angka mencapai puluhan ribu suara.
Dengan demikian pasangan Don – Top dipastkan pula bisa menempati kursi kepemimpinan di Kabupaten Sumedang untuk lima tahun kedepan, 2008 – 2013. Untuk Don Murdono yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang ini, kemenangan ini merupakan kemenangan yang kedua kalinya, sebab dalam Pilkada 2003 silam, ia berhasil menduduki kursi Bupati Sumedang (2003 – 2008).
Sementarara Taufiq Gunawansyah, Ketua DPRD Sumedang yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumedang, kemenangan ini merupakan awal keberangkatannya memasuki dunia eksekutif setelah dua periode menjadi anggota legislatif (DPRD) Sumedang.
H Don Murdono dilahirkan di Kendal (Jawa Tengah), 15 Oktober 1958. Sedangkan Taufiq Gunawansyah dilahirkan di Sumedang, 11 November 1968.
Pasangan Don – Top ini tampil dalam Pilkada 2008 yang digabung dengan Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut, mendapat dukungan dari 11 partai politik masing-masing PDIP, Partai Golkar, PKS, PKB, PBR, Partai Patriot Pancasila, PPD, PBSD, PKPI, PNBK, dan PDS.
Berikut ini ringkasan Visi, Misi, Strategi dan Kebijakan yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis 27 Maret 2008. Tentu saja, setelah berhasil memenangkan Pilkada yang baru dalam tahap buka pintu ini, setelah pelantikan 5 Juli 2008, pasangan ini akan dituntut untuk merealisasikan visi, misi, maupun strategi kebijakannya dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
VISI yang dilahirkan yakni “Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat dalam Rangka Akselerasi Pencapaian Visi Sumedang 2005 – 2025.” Visi ini, katanya, didasarkan pada gambaran umum, isu-isu strategis dan kondisi yang dihadapi Sumedang saat ini, serta memperhatikan Visi Daerah (Perda No 2/2008)) yakni Kabupaten Sumedang Sejahtera, Agamis dan Demokratis pada Tahun 2025.
Yang dimaksud Peningkatan Pelayanan, adalah suatu kondisi peningkatan kualitas berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan publik baik secara administratif yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah bagi seluruh warga masyarakat Sumedang yang lebih memuaskan (murah, mudah, terjangkai, tepat waktu, dan berkeadilan) sesuai dengan kebutuhan.
Sedangkan yang dimaksud Kesejahteraan Masyarakat, adalah terwujudnya suatu kondisi kesejahteraan masyarakat melalui penenuhan kebutuhan dasar di bidang pendidikan, kesehatan dan peningkatan kehidupan yang layak bagi masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan sarana prasarana infrastruktur daerah untuk mendorong aktifitas perekonomian daerah dalam rangka pembangunan berkelanjutan.
Sedangkan MISI pasangan Don – Top ini, disesuaikan berdasarkan Visi dan penjelasnnya yang telah dirumuskan
menjadi:
1. Mewujudkan kualitas SDM masyarakat yang unggul dan
berakhlak mulia berlandaskan keimanan dan ketaqwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Meuwujudkan kualitas aparatur dan manajeman
pemerintahan daerah yang semakin baik;
3. Mewujudkan ketahanan pangan dan perekonomian
daerah yang tangguh yang bertumpu pada potensi
sumberdaya daerah secara berkelanjutan;
5. Mewujudkan tata kelola lingkungan yang semakin baik

Kecuali itu, Strategi dan Kebijakan dituangkan kedalam enam poiint penting, yakni:
1 Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang sehat,
cerdas, produktif dan berdaya saing
2. Meningkatkan kompetensi aparatur dan kapasitas
manajemen pemerintahan
3. Meningkatkan dan memperkokoh perekonomian rakyat
4. Meningkatkan pengendalian dan pemulihan kualitas
lingkungan dan manajemen bencana
5. Meningkatkan pegelolaan, pengembangan dan
pengendalian infrastruktur daerah
6. Meningkatkan kemandirian energi dan kecukupan air.

BERITA : Kamis 17 April 2008

April 17, 2008 oleh Endy Rosady
Upacara Bendera dan Peringatan Hari Jadi Sumedang
Bupati Sampaikan Penghargaan Bagi Masyarakat
 
SUMEDANG – Penyelenggaraan Pilkada 2008 di Kabupaten Sumedang, Jabar, yang berlangsung lancar dan dalam suasana yang kondusif, Bupati H Don Murdono menyampaikan penghargaan dan ucapan terima
kasih kepada segenap elemen masyarakat.
Hal itu dikemukakan Bupati Sumedang saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih sekaligus Upacara Peringatan Hari Jadi Sumedang ke-430/2008 yang digelar di Alun-Alun Sumedang, Kamis (17/4).
Disebutkan, kelancaran dalam penyelenggaraan Pilkada tersebut, diharapkan akan menciptakan kondisi yang lebih baik sebagai suau masyaakat yang sangat dominan bagi suksesnya penyelenggaraan pemerintahan Daerah secara menyeluruh.
Menurut dia, tinggal beberapa hari menuju tanggal 22 April seluruh lapisan warga Sumedang akan memperingati Hari Jadi Sumedang ke-430.
Harus dimaklumi, kata Don, berbagai kemajuan yang telah dicapai selama ini, tak terlepas dari peran, perjuangan serta kepedulian segenap elemen. “Baik pemerintah, pihak swasta, dunia usaha dan masyarakat Kabupaten Sumedang secara menyeluruh,” katanya.
Berbagai peran ini, lanjutnya, telah menjadi tuntutan yang mesti dipenuhi oleh daerah manapun demi mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
“Demikian pula penyelenggaraan pembangunan daerah di Kabupaten Sumedang, semuanya tidak terlepas dari peran segenap elemen serta potensi yang ada,” tandasnya.
Terbukti, dengan digulirkannya berbagai program dan kebijakan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, berbagai aspirasi serta dinamika kehidupan masyarakat.
Karenanya, Bupati menilai telah menjadi kewajiban bersama untuk selalu mensyukuri semua keberhasilan serta memaknainya sebagai pedoman agar selalu berupaya untuk lebih meningkatkan perikehidupan yang lebih baik.
Selain itu, paparnya, senantiasa menciptakan berbagai situasi yang semakin kondusif, di samping yang tidak kalah pentingnya adalah senantiasa berupaya mewujudkan masyarakat yang semakin mampu berfikir lebih maju.
“Bertindak lebih bijak serta bersikap dan berperilaku semakin santun, sesuai dengan fasafah hidup yang diwariskan oleh para leluhur dan pendiri Sumedang,” tandasnya.
Peringatan Hari Jadi Sumedang ke-430/2008 yang bertemakan “Dengan semangat Hari Jadi Ke-430 Sumedang, kita wujudkan Sumedang Sejahtera, agamis dan demokratis (Sehati).”
“Maka akan senantiasa berupaya untuk mewujudkan Sumedang kian kokoh dan berdaya saing tinggi dalam membangun daerah,” katanya.
Peresmian Proyek
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumedang ini meresmikan pula proyek-proyek pembangunan TA 2007 yang didanai APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN, keseluruhan senilai Rp 426.095.645.704,45 meliputi 2.414 kegiatan (non fisik, fisik konstruksi dan fisik non konstruksi).***
 
Perbaikan 155 Titik PJU Rusak dan Padam
Kendala Mobil Hydroulic Crane Pendek
 
SUMEDANG – Jajaran Seksi Energi Listrik pada Bidang Energi Dishut dan SDME Kabupaten Sumedang, Jabar, kini telah mulai melakukan perbaikan penerangan jalan umum (PJU). Cuma, kendalanya terdapa puluhan PJU yang tak terjangkau kendraan hydrolic crane, sehingga tiang PJU mesti dipotong terlebih dulu.
Berdasarkan data kerusakan yang dilaporkan masyarakat periode Maret 2008 mencapai 140 titik lokasi PJU. Ditambah dengan laporan yang masuk periode April ini, sehingga total PJU rusak mencapai 155 titik.
Beni Setiabudhi, ST, Kasi Eergi Listrik ketika ditemui, Kamis (17/4, membenarkan pihaknya sudah melakukan pebaikan PJU yang rusak, setelah dana APBD 2008 cair.
Hingga Kamis kemarin, pihaknya sudah menggarap sebanyak 41 titik lokasi. “Secara teknis tidak masalah. Cuma kendaraan hydroulic crane yang kita miliki, tak bisa menjangkau ketinggian PJU lama. Ini kendala bagi kita,” katanya.
Menurut dia, dari laporan yang masuk, sekitar separuhnya PJU lama yang tak bisa dijangkau alat yang tersedia. “Solusinya, terpaksa kita potong disesuaikan dengan ketiggian yang disesuaikan dengan alat yang kita miliki” ujarnya.
Beni mengambil contoh, PJU di depan kantor Kejari. Karena terlalu tinggi, akhirnya tiang PJU ini dipotong agar memudahkan dalam pemeliharaan.
Kecuali itu, PJU di pinggir Alu-Alun persis di depan kantor Badan Kesatuan Bangsa, akibat terlalu tinggi kerusakan PJU ini belum bisa digarapnya.
Diakui, dalam memproses perbaikan PJU yang tak terjangkau kendaraan hydrouilc crane, cukup memakan waktu.
Meskipun dihadapkan kendala kendaraan hydroulic ini, Beni bisa mentargetkan penyelsaian pemeliharaan PJU rusak ini bisa tuntas dalam April ini.
Karenanya, guna kelancaran tugas ini, ia selain terjun sendiri ke lapangan, ia sendiri terpaksa menjadi sopir kemdaraan hyddroulic crane menggantikan sopir, Pepen yang terkena musibah tabrakan sekitar tiga minggu silam.
“Tak apalah yang terpenting tugas bisa dilaksanakan,” tandasnya.***
Kendaraan Penangulangan Bencana Alam Disiagakan
Butuh Darurat,Telpon saja Sekda
 
SUMEDANG – Kendaraan operasional penanggulangan bencana alam dan penyakit menular, bisa dengan mudah dipergunakan Dinas Kesehatan ataupun Dinas Peternakan dan Perikanan. Hal serupa diberlakukan bagi kendaraan Hydroulik Crane yang dikelola DPUK, bisa dengan mudah dipakai Dishut dan SDME.
Tentu saja, untuk mempergunakan kendaraan opeasinal ini meski menempuh syarat-syarat prosedural. Lain lagi dalam keadaan darurat, bila membutuhkan kendaraan segera pejabat dari ke dua instansi ini bisa langsung menelpon H Atje Arifin Abdullah, SH, SIP, MSi, Sekda Sumedang, Jabar.
Memang kendaraan untuk penanggulangan penyakit menular itu pegelolaannya berada di Bagian Umum Setda. Demikian pula hydroulic crane yang dikelola Work Shop DPUK.
“Sebenarnya tidak sulit untuk memanfaatkan kendaraan tersebut. Pertama tempuh prosedur dan kalau keadaan darurat tinggal telepon saya, saya akan segera perintahkan untuk meminjamkan kendaraan ini. Tidak sulit koq,” kata Sekda Atje.
Khusus untuk kendaraan penanggulangan bencana alam dan penyakit menular bantuan dari Menko Kesra, saat ini dikelola Bagian Umum Setda.
“Soalnya, kalau ditempatkan di salah satu dinas, bisa teejadi tak efektif. Makanya diambil jalan tengah yaitu dikelola di Setda. Cara memanfaatkanny sangat mudah, apalagi kalau keadaan darurat,” tandasnya.
Sosialisasi pemakaian kendaraan spesifik tersebut, kata Atje, sebenarnya telah berulangkali disampaikan kepada dinas/instansi.
“Saya sangat terbuka dan tak akan menilai macem-macem jika meminta pinjaman kendaraan ini melalui telepon,” tambah Sekda Atje Arifin Abdullah.***
 
Niat Buang Bali (Placenta)
Usin malah Buang Makanan
 
SUMEDANG – Peristiwa unik terjadi di Desa Sudimampir, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jabar, belum lama ini. Tengok saja, gara-gara Usin (35) tak kontrol, maksudnya hendak membuang bali (placenta) ke kali Cikandung, yang dibuang malah makanan.
Kejadian yang cukup menggelikan ini menimpa keluarga Usin setelah sang istri melahirkan anaknya. Seperti biasa, placenta yang berasal dari kandungan istri diamankan melalui berbagai tradisi daerah.
Kebetulan, tradisi di Sudimampir di antaranya perlakuan terhadap bali ini yakni dibuang ke sungai. Memang, tedapat pula tradisi yang mengamankan bali dengan cara dikubur dalam tanah.
Dalam peristiwa yang menimpa keluarga Usin ini, terjadi sekitar empat hari lalu. Setelah sang istri melahirkan, Usin bertugas membuang bali ke sungai.
Pada saat itu, bali dari kandungan istrinya dibungkus rapi yang disimpan disamping bungkusan makanan untuk ke sawah.
Rupanya, Usin asal comot bungkusan di atas meja. Llau ia gendong, dan segera melakukan perjalanan ke sungai Cikandung sekitar satu kilometer dari kediamannya. Selama perjalanan, sesuai tradisi, sang pembuang bali ini tak boleh menengok ke belakang.
Karenanya, dengan penuh kepastian Usin pun segera membuang bali itu ke kali Cikandung. Ceritanya, Usin mengaku bahwa tugasnya telah selesai dan kini ia mesti merawat istri dan anak yang baru lahir ke dunia.
Ternyata, certa di kediaman Usin lain lagi. Ny Enoh (51), mertua Usin saat itu hendak mengantar makan ke sawah karena di sawah terdapat pekerja yang tengah mengolah sawah.
Awalnya, Ny Enoh langsung mengambil bukungsan makanan yang berada di atas meja. Hanya saja, ketika dirasakannya terasa kenyal, ia lantas mencurigai isi bungkusan tersebut.
Benar juga, setelah dibuka ternyata isinya bali sang cucu yang baru dilahirkan putrinya. Karenanya, Ny Enoh pun segera berbegas menuju kali Cikandung. Seperti biasa Ny Enoh melenggang tanpa menoleh ke belakang.
Hanya saja di tengah perjalanan ia bertemu dengan Usin. Dengan penuh penasaran. Ny Enoh pun menanyakan asal kepergian Usin, yang kontan dijawabnya tekah membuang bali.
Tentu saja, ibu mertuanya ini langsung mnejawab bahwa yang digendongnya justru bali yang diambil dari atas meja. Usin pun baru tersadar bahwa yang dibuangnya tadi bukan bali, melainkan makanan untuk ke sawah.*** (ndy)
 
 
Penyelesaian Kasus Desa Padajaya
Camat Berupaya Cari Solusi Terbaik
 
SUMEDANG – Boleh jadi,Tatang Setiadi, SSos, Camat Wado di Kabuapten Sumedang, Jabar, kesal juga dibuatnya. Soalnya, tindakan salah seorang Kepala Desa (Kades) di daerahnya sulit dikendalikan terutama bila menyangkut hubungan laki-laki dan perempuan.
Terlebih lagi, bila keduanya telah beristri dan bersuami, sehingga diindiksikan terjadi perselingkuhan. Ini pula yang akhirnya membuahkan reaksi masyarakat, yang menuntut sang Kades segera turun dari jabatannya.
Puncak-puncaknya, ia terpaksa turun tangan setelah ratusan warga menggelar demo yang dilakukan sejak Rabu (16/4) malam dan berakhir hingga Kamis (17/4) sekira pukul 04.00 dini hari.
Demonstrasi warga Desa Padajaya ini menuntut Ny CS segera menanggalkan jabatannya selaku Kades disana. Reaksi masyarakat tersebut diekspresikan dengan cara menyegel kantor Pemerintah Desa.
Beruntung, kata Camat Tatang Setiadi, amarah warga ini tak sampai melakukan pengrusakan. “Mereka hanya menggelar demo dan menyegel balai desa. Saya berusaha menenangkan masyarakat hingga bubaran sekitar pukul 04.00 subuh,” kata Tatang. Kamis kemarin.
Berkat pendekatan dan berusaha meyakinkan warga untuk menyelesaikan masalah ini, palang kayu yang dipaku pada pintu masuk blai desapun akhirnya diturunkan kembali.
Berdasarkan keterangan warga, kata Tatang, masyarakat kesal setelah mendengar dan menyaksikan kemesraan hubungan Kades nya dengan seorang laki-laki yang juga seorang Kades di Kecamatan Darmaraja.
Kekesalan warga inipun akhirnya meledak juga dan berujung dengan harga mati, yakni Ny CS segera menanggalkan jabatannya.
Menurut Tatang, ia sendiri sudah beberapa kali memberi peringatan dengan tujuan agar CS menghentikan hubungan dengan Kades Leuwihideung, yang bisa menimbulkan prasangka dari masyarakat.
Benat juga, reaksi keras masyarakat secara spontan ditumpahkan. Uniknya, reaksi yang berbentuk aksi demo ini dgelar pada malam hari hingga subuh.
“Disini saya hanya bisa memfasilitasi dan tidak bisa memutuskan diberhentikan atau tidak. Yang pasti saya hanya melakukan pembinaan, dan kalau sudah menjadi masalah seperti ini, terlebih dulu mesti dimusyawarahkan,” tandasnya.
Perihal diberhentikan atau tidak, keputusan tentang kasus Ny CS pada akhirnya kelak berada di tangan atasannya, yakni Bupati Sumedang. “Saat ini saya akan berusaha menyelesaikan persoalan ini di bawah,” tambah Tatang.***